Tak Hanya Baik Untuk Pencernaan, Ini Manfaat Lain Yoghurt yang Wajib Kamu Tau

SUMATERAEKSPRES.ID-Sudah tahu kan kalau yoghurt merupakan salah satu makanan probiotik yang terbuat dari susu dan kultur bakteri.

Nah, Konsumsi yoghurt probiotik dipercaya baik untuk kesehatan pencernaan karena mengandung bakteri baik yang dibutuhkan oleh tubuh.

Tapi perlu diingat, manfaat yoghurt probiotik tak hanya sebatas itu.

Ada beberapa manfaat yoghurt probiotik lain yang baik untuk kesehatan tubuh apabila dikonsumsi sesuai anjuran.

Yoghurt probiotik adalah produk olahan susu yang mengandung probiotik. Adapun probiotik sendiri merupakan kultur tunggal atau campuran mikroorganisme hidup, seperti ragi dan bakteri, yang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi sesuai anjurannya.

BACA JUGA:Jangan Lupa Mengkonsumsinya, Ini Dia 8 Makanan Yang yang bikin ginjal Kamu Berterima Kasih

BACA JUGA:Wajib Coba, Ini Kombinasi Makanan yang Memberi Manfaat Dahsyat Jika DiKonsumsi Secara Bersamaan

Manfaat Yoghurt Probiotik

Yoghurt probiotik bisa memberikan sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh, mulai dari meminimalkan kembung dan diare, membantu untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, membantu menurunkan kadar gula darah dan hemoglobin A1c (HbA1C), hingga membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.

 Berikut manfaat Yoghurt Probiotik seperti dilansir dari siloamhospitals.com:

-Meminimalkan Kembung dan Diare

 Pertama manfaat yoghurt probiotik adalah membantu meminimalkan perut kembung dan diare. Pasalnya, yoghurt probiotik mengandung bakteri strain (varian) tertentu, seperti Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidum yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Bakteri baik ini juga bisa membantu meredakan gejala gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan diare.

-Mendukung Kesehatan Ibu Hamil

 Penelitian dalam jurnal internasional Cureus (2020) menyatakan, yoghurt probiotik sangat baik  dalam mendukung kesehatan ibu hamil, utamanya untuk membantu memperbaiki metabolisme (mengurangi risiko diabetes selama kehamilan), menjaga kadar kalsium, dan meredakan inflamasi (mengurangi risiko dermatitis atopik pada bayi). Selain itu, yoghurt probiotik juga diyakini berperan dalam pengobatan vaginosis bakterialis.

Vaginosis bakterialis sendiri merupakan infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat di area vagina. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan komplikasi bagi ibu hamil, seperti kelahiran prematur. Dalam jurnal tersebut, disebutkan bahwa sekitar 30%–50% kelahiran prematur disebabkan oleh infeksi pada ibu.

-Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah dan Hemoglobin A1c

 Dilansir dari jurnal Foods (2022), konsumsi yoghurt probiotik diketahui dapat membantu pasien diabetes tipe 2 dalam menjaga kadar gula darah puasa dan hemoglobin A1c. Sebagai informasi, HbA1C adalah darah yang berkaitan dengan molekul glukosa dan dapat digunakan untuk mengukur rata-rata kadar gula darah dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, yoghurt probiotik juga dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan, mengurangi kadar kolesterol total, dan kolesterol LDL (low-density lipoprotein) pada penderita diabetes tipe 2. Hal ini bisa membantu menurunkan risiko komplikasi diabetes tipe 2, seperti penyakit kardiovaskular.

-Memelihara Kesehatan Tulang

Rutin mengkonsumsi yoghurt probiotik secara rutin juga dipercaya bisa memelihara kesehatan tulang secara keseluruhan karena kandungan kalsium, protein, dan probiotik di dalamnya. Hal ini dijelaskan dalam jurnal Foods (2022), menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi yoghurt probiotik sebanyak lebih dari 4 porsi per minggu memiliki bone mineral density (BMD) yang tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi yoghurt probiotik.

Sebagai informasi, bone mineral density merupakan indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kepadatan tulang. Jika BMD berada di bawah batas normal, hal ini bisa memicu terjadinya osteoporosis (tulang rapuh) sehingga membuat penderitanya rentan mengalami patah tulang.

BACA JUGA:Jadi Makanan Sehat untuk Diet

BACA JUGA:Makanan Dipanaskan Berulang-Ulang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

-Menjaga Daya Tahan Tubuh

Penelitian dalam jurnal Foods (2022) menjelaskan bahwa konsumsi yoghurt harian pada perempuan muda memiliki efek stimulasi terhadap fungsi imun seluler. Konsumsi susu fermentasi yang mengandung probiotik diketahui dapat memodulasi (mengubah) jumlah limfosit dan sel CD56, yaitu sel yang terlibat dalam respons imun tubuh bawaan.

-Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

 Mengonsumsi yoghurt probiotik secara rutin juga kerap dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol, penurunan berat badan, rasio pinggang-pinggul yang lebih kecil, dan BMI (body mass index) yang lebih rendah. Hal ini bisa membantu menurunkan risiko obesitas yang kerap berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.

Penelitian dalam jurnal Public Health Nutrition (2022) menyebutkan, semakin sering seseorang mengonsumsi yoghurt, semakin rendah risiko kematian karena karena penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease mortality), seperti serangan jantung (infark miokard) atau stroke.

Siapa saja yang Tidak Disarankan Mengonsumsi Yoghurt?

Bagi penderita intoleransi laktosa atau alergi susu, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam memilih produk olahan susu, tidak terkecuali dengan yoghurt. Beberapa orang dengan intoleransi laktosa mungkin bisa mengonsumsi yoghurt dalam jumlah kecil, mengingat kandungan laktosa dalam susu bisa terpecah sebagian oleh kultur bakteri selama proses produksi yoghurt.

Namun, penderita intoleransi laktosa dianjurkan untuk menghindari yoghurt beku (frozen yoghurt) karena jenis yoghurt tersebut tidak mengandung kultur bakteri yang cukup. Hal ini membuat kandungan laktosa dalam yoghurt beku cenderung tinggi dan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah bagi orang dengan intoleransi laktosa.

Tips Mengonsumsi Yoghurt

Saat ingin mengonsumsi yoghurt dalam menu makanan sehat sehari-hari, dianjurkan untuk memulainya dengan yoghurt tawar tanpa pemanis. Jenis yoghurt ini diketahui bisa membantu mengendalikan kadar gula dan kalori, serta dapat digunakan dalam berbagai resep makanan. Di samping itu, beberapa tips mengonsumsi yoghurt yang perlu diperhatikan, di antaranya:

-Memperhatikan kultur aktif dan probiotik yang terkandung di dalam yoghurt. Beberapa jenis probiotik yang umum digunakan dalam yoghurt, yaitu L. bulgaricus, S. thermophilus, bifidobacterium, dan Bifidus regularis.

-Memperhatikan kandungan gula dalam yoghurt.

-Mencampur yoghurt dengan makanan tinggi serat dan nutrisi lain, seperti chia seed, flaxseed, atau oatmeal.

-Menambahkan buah-buahan segar, seperti stroberi potong atau nanas potong, ke dalam semangkuk yoghurt.

-Menjadikan yoghurt sebagai camilan pengganjal perut di pagi atau sore hari.(*/lia)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *